Diskon spesial hingga 50% sekarang!

FLAKES OF BATIK

fashion show perdana baduis project

iwanamirbadui

1/4/20261 min read

Flakes of Batik

Pesona Batik Garutan dalam Guratan BADUI’S Project

Jakarta, 27 Juni 2013; Imah Bingah Pasundan Heritage berkolaborasi dengan Mustika Ratu mempersembahkan sebuah pergelaran busana dari BADUI’S Project by IWAN AMIR yang bertema Flakes of Batik. Acara ini bertempat di Aula Sasono Wiwoho, Jl. Ki S. Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, 27 Juni 2013. Flakes of Batik merupakan sebuah pergelaran busana yang mengangkat kekayaan dan keragaman motif batik Garut atau yang biasa disebut Batik Garutan. Sebagai bahan utama yang terkenal memiliki berbagai motif seperti tulang, lereng, flora, dan kerikil, Batik Garutan dipadupadankan dengan bahan lokal seperti katun dan taff. Konsep ini menimbulkan kesan tabrak warna/kontras sehingga mengesankan karakter berjiwa bebas, berani tampil beda, dan percaya diri yang tinggi bagi pemakainya. Koleksi yang terdiri dari 35 rancangan busana dan sepatu tersebut dibagi menjadi 2 bagian. 13 setelan wanita dan enam setelan pria ditampilkan pada bagian pertama. Sementara itu, untuk menyambut bulan Ramadhan, bagian kedua menampilkan sederet busana muslim yang terdiri dari 10 setelan wanita dan enam setelan pria. Seluruh koleksi busana yang diperagakan merupakan pakaian kasual dan siap pakai seperti jumper, bolero, blazer, kemeja, rompi, celana panjang, hingga blouse longgar yang bisa digunakan di berbagai kesempatan terutama bagi pria dan wanita berusia 20-35 tahun yang berjiwa bebas dan percaya diri. Keindahan Batik Garutan dalam rancangan BADUI’S Project by IWAN AMIR dapat ditemukan di Galeri Imah Bingah Pasundan Heritage di Jl. Raya Bogor No. 207, Cibinong, Bogor atau workshop BADUI’S project yang beralamat di Jl. Mampang Prapatan II No. 45A-B, Mampang, Jakarta Selatan. Iwan Amir sebagai perancang busana pada pergelaran busana Flakes of Batik berharap dengan pakaian-pakaian rancangannya yang selalu mengedapankan kekayaan kain asli Indonesia yang dibalut dalam garis kekinian, semakin banyak anak muda yang menyukai kain tradisional, khususnya batik dan bangga menggunakannya. Iwan Amir yang merupakan perancang jebolan Lomba Perancang Mode 2011 Femina itu secara konsisten terus menggugah kaum muda untuk mencintai kain etnik Indonesia melalui karya-karyanya yang telah ditampilkan dalam berbagai pergelaran busana seperti Jakarta Fashion Week 2011-2012 dan Indonesia Fashion Week 2012.